Kejujuran
Bekasi, 22 Juli 2024 – Dalam kajian rutin bertema “Kejujuran”, DKM Masjid Al Fatah UNISMA Bekasi kembali mengundang Ustadz Purnama Putra, dosen FAI Perbankan Syariah Universitas Islam 45 Bekasi, untuk memberikan pencerahan kepada para jamaah. Kajian kali ini merupakan lanjutan dari pembahasan Bab Kejujuran dalam Kitab Riyadushalihin, karya Imam Nawawi Rahimahullah.
Ustadz Purnama Putra mengawali kajian dengan mengingatkan kembali hadits yang dibahas sebelumnya:
نَّ الصَّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ
Beliau menjelaskan bahwa dalam hadits tersebut, terdapat nilai universal yang sangat penting bagi umat Islam, yaitu kejujuran. “Kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan membawa manusia ke Jannah-Nya,” ungkapnya. Konsep Al Birru dalam Islam memiliki makna yang lebih luas dibandingkan Al-khair, meskipun secara bahasa keduanya diterjemahkan sebagai kebaikan. Ustadz Purnama Putra menekankan bahwa kejujuran sebagai nilai universal sudah dipastikan akan membawa segala macam kebaikan kepada pelakunya, baik secara individu maupun kelembagaan.
Universitas Islam 45 (UNISMA Bekasi) sebagai lembaga pendidikan berbasis keislaman mempunyai visi untuk menghasilkan Insan Khairu Ummah. “Seharusnya, nilai-nilai universal seperti kejujuran ini ditanamkan dalam mengembangkan organisasi agar dalam tata kelola dapat mencapai tujuan utama yang ditetapkan oleh para pendiri maupun stakeholder,” imbuh Ustadz Purnama Putra.
Ajaran Islam memberikan arahan terkait pengembangan organisasi untuk mencapai tujuan utama dari diturunkannya manusia di muka bumi. “Kita harus melihat kembali visi kelembagaan kita, yang seharusnya hanya ditujukan untuk Allah,” jelasnya sambil mengutip Al-Quran surat Ali Imran 103:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا
Dalam ayat tersebut, umat diajarkan untuk mengelola organisasi dengan berpegang teguh pada tali Allah. “Penyatuan visi dari kepentingan individu, golongan, dan kelompok menjadi satu kesatuan visi organisasi hanya untuk Allah,” ujarnya. Civitas Akademika Universitas Islam 45, baik tenaga pendukung, tenaga kependidikan, dosen, pengelola yayasan, maupun mahasiswa, harus bersatu padu dan berkomitmen bahwa tujuan utamanya hanyalah Lillah.
Lebih lanjut, Ustadz Purnama Putra menegaskan bahwa tanpa komitmen terhadap jalan yang telah ditunjukkan oleh ayat tersebut, perpecahan adalah sebuah keniscayaan. “Bersama-sama membangun komitmen, memperbaiki niatan, dan menyelaraskan tujuan demi mencapai visi Universitas Islam 45 yaitu menghasilkan Insan Khairu Ummah,” imbuhnya.
Setelah memperbaiki komitmen terhadap visi kelembagaan yang menuju Allah, langkah berikutnya adalah memperbaiki tata kelola kelembagaan. “Kita bisa merujuk pada ayat setelahnya yaitu Ali-Imran ayat 104:
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Dalam ayat ini, perbaikan tata kelola kelembagaan dengan mengarahkan organisasi sesuai visi menuju penghambaan kepada Allah menjadi penting. Kita harus melakukan perencanaan, pengelolaan, dan pencapaian kompetensi universal,” jelasnya.
Ustadz Purnama Putra juga menekankan pentingnya pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi sebagai ukuran keberhasilan universitas dalam menjalankan visi organisasinya. “Hal ini perlu dikawal dengan komitmen bersama dan peraturan yang jelas agar mampu dilaksanakan sesuai peran masing-masing civitas akademika. Jika kita berkomitmen terhadap visi Lillah, kita akan menjadi orang yang beruntung sebagaimana dalam akhir ayat tersebut,” tuturnya.
Konsep Falahun (keberuntungan, kemenangan, kesejahteraan) dalam Islam, serumpun dengan kata Fallaahun (petani). “Seperti petani yang harus memilah mana biji yang akan disemai, dirawat, dan dijaga agar mampu panen dengan baik, begitu juga organisasi harus siap dalam merencanakan dan menanam apa yang akan dipanen di kemudian hari,” jelasnya.
Menutup kajian, Ustadz Purnama Putra mengajak seluruh civitas akademika Universitas Islam 45 untuk mengevaluasi diri masing-masing. “Sudahkah kita menjalankan peran kita seoptimal mungkin dalam mencapai visi lembaga? Menghasilkan Insan Khairu Ummah adalah dengan menjadikan lulusan kita memiliki ketakwaan sehingga menjadi penyeru kebaikan di manapun mereka berada, mencintai bangsa, dan membangun negara bukan sebagai pengkhianat, memakan kekayaan bangsa, dan bahkan mendhalimi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Waallahualam.
Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi

