Perlindungan Allah

Bekasi, 31 Juli 2024 – Dalam kajian rutin yang diselenggarakan di Universitas Islam 45 Bekasi, Ustadz Musyaffa Amin Ash Shabah, M.H., memberikan materi yang berfokus pada pentingnya meminta perlindungan hanya kepada Allah SWT. Acara yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar ini menekankan bahwa Allah adalah satu-satunya yang mampu memberikan manfaat dan menghilangkan mudharat dari kehidupan manusia. “Hanya kepada Allah tempat kita memohon pertolongan dan meminta perlindungan,” ujar Ustadz Musyaffa, mengingatkan esensi dari tawakkal dalam Islam.

Perlindungan dari Allah dalam Syariat Islam
Menurut Ustadz Musyaffa, syariat Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dalam menghadapi berbagai musibah dan kesulitan hidup. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, di mana Rasulullah SAW bersabda:

تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari: 6616).

Ustadz Musyaffa menjelaskan bahwa hadits ini menginstruksikan setiap muslim untuk senantiasa meminta perlindungan hanya kepada Allah. Setiap ujian dan musibah yang datang adalah bagian dari rahasia takdir-Nya, dan tidak ada makhluk yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. “Menurutnya, hanya Allah yang mengetahui dan mengatur segala sesuatu,” imbuhnya..

Kesalahan dalam Meminta Perlindungan
Meski demikian, Ustadz Musyaffa menyoroti bahwa dalam praktiknya, masih banyak masyarakat yang mencari perlindungan kepada selain Allah, seperti kepada jin atau penghuni kubur. “Padahal, hanya Allah yang berkuasa memberikan perlindungan sejati,” lanjutnya, mengingatkan para jamaah akan bahaya dan kesalahan dalam tindakan tersebut.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

مَن نزل مَنْزِلًا فقال : أعوذُ بِكلماتِ اللهِ التَّامَّاتِ من شرِّ ما خَلقَ ، لَم يَضرَّهُ شَيءٌ حتى يَرْتَحِلَ مَن مَنْزِلِه

Barangsiapa singgah di suatu tempat, lalu berdoa ‘A’udzu bi kalimatillahit tammaati min syarri maa kholaq’ (Aku berlindung kepada Allah dengan kalamnya yang sempurna dari kejahatan segala makhluk yang Dia ciptakan), maka tidak ada sesuatu apapun yang akan membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempat itu.” [H.R. Muslim]

Pentingnya Mengamalkan Doa Perlindungan
Ustadz Musyaffa mengajak seluruh jamaah untuk mengamalkan doa tersebut agar selalu berada dalam naungan perlindungan Allah, baik untuk diri sendiri maupun keluarga, di mana pun mereka berada. Menurutnya, mengamalkan doa ini merupakan bentuk tawakkal yang menunjukkan keyakinan penuh kepada kekuasaan Allah. “Dengan mengamalkan doa ini, kita berharap mendapatkan perlindungan Allah di setiap langkah kita,” katanya.

Sebagai penutup, Ustadz Musyaffa mengingatkan bahwa perlindungan yang sempurna hanya bisa datang dari Allah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya terus menerus berdoa dan berserah diri kepada-Nya. “Wallahu musta’an,” tutupnya, menegaskan bahwa hanya kepada Allah kita berserah diri dan berharap. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Waallahualam.

Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi