Empat Keterampilan dalam Empat Hadits
Bekasi, 8 Juli 2024 – Dalam rangka memperdalam pemahaman akan ajaran Islam, DKM Masjid Al Fatah UNISMA Bekasi menyelenggarakan kajian bertema “Empat Keterampilan dalam Empat Hadits”. Kajian ini dihadiri dengan antusias oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan kualitas diri sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ.
Keterampilan Mengendalikan Lidah
Kajian dimulai dengan pembahasan tentang pentingnya mengendalikan lidah. Ustadz Taufiqur Rokhman, S.T., M.T., mengutip hadits Nabi ﷺ: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.” Ungkapnya, “Kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa, bisa membawa kebaikan atau keburukan. Maka dari itu, kita harus berhati-hati dan memilih untuk berbicara yang baik atau diam.”
Strategi dan Keberanian yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW melaksanakan hijrah bersama Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dengan strategi yang sangat cermat. Mereka memilih rute dan waktu yang tidak lazim untuk mengelabui kaum Quraisy, termasuk tinggal di Gua Tsur selama tiga hari. Keberanian Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang rela tidur di tempat tidur Nabi menggambarkan pengorbanan dan keyakinan yang luar biasa.
Keterampilan Mengendalikan Perbuatan yang Tidak Perlu
Berikutnya, Ustadz Taufiqur Rokhman menjelaskan hadits tentang meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat. Nabi ﷺ: bersabda: “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” Imbuhnya, “Fokus pada hal-hal yang penting dan bermanfaat dalam hidup adalah bagian dari ajaran Islam. Dengan menghindari perbuatan yang sia-sia, kita bisa menjadi pribadi yang lebih produktif dan bermakna.”
Keterampilan Mengendalikan Diri
Selanjutnya, Ustadz Taufiqur Rokhman membahas tentang pentingnya mengendalikan emosi, dengan mengutip hadits di mana Nabi ﷺ memberikan nasihat kepada seorang laki-laki yang memintanya: “Jangan marah.” Nabi ﷺ mengulanginya berkali-kali: “Jangan marah.” Ungkapnya, “Mengendalikan amarah adalah kunci untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain dan menghindari kerusakan yang ditimbulkan oleh kemarahan.”
Keterampilan Memiliki Hati yang Sehat
Terakhir, Ustadz Taufiqur Rokhman menyampaikan hadits tentang memiliki hati yang sehat: “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” Imbuhnya, “Empati dan kasih sayang adalah inti dari ajaran Islam. Kita harus mencintai dan peduli terhadap saudara-saudara kita sebagaimana kita mencintai diri sendiri.”
Penutupan yang Menginspirasi
Mengakhiri kajian, Ustadz Taufiqur Rokhman menekankan bahwa empat keterampilan ini adalah pondasi penting dalam membentuk karakter seorang Muslim yang sejati. Beliau mengajak semua peserta untuk merenungkan dan mengamalkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita jadikan hadits-hadits ini sebagai pedoman dalam setiap langkah kita, agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Waallahualam.
Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi

