IKHLAS DALAM BERAMAL DI TENGAH TANTANGAN DAN KESUNYIAN

Bekasi, Senin, 25 November 2024 / 22 Rabiul Akhir 1446 H – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Fatah Universitas Islam 45 Bekasi kembali menggelar kajian rutin setelah salat Dzuhur. Kajian kali ini mengusung tema “Ikhlas dalam Beramal: Menjaga Niat di Tengah Tantangan dan Kesunyian” dan diisi oleh Ustadz M. Ikhwan Rahmanto, salah satu dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Islam 45 Bekasi.

Dalam paparannya, Ustadz M. Ikhwan Rahmanto menekankan bahwa keikhlasan adalah inti dari setiap amal ibadah dan perbuatan baik. “Allah SWT memerintahkan kita untuk beramal hanya karena mengharap ridha-Nya, bukan pujian atau pengakuan dari manusia,” ujar Ustadz.

Menurut Ustadz, keikhlasan sering kali diuji dalam dua situasi: ketika kita berada di tengah banyak orang dan saat kita sendirian. “Di tengah keramaian, seseorang bisa tergoda untuk beramal hanya demi mendapatkan pujian, sedangkan dalam kesendirian, muncul rasa bahwa amal kita sia-sia jika tidak dilihat orang lain,” jelas beliau.

Lebih lanjut, Ustadz M. Ikhwan menjelaskan, keikhlasan tidak hanya soal niat di awal, tetapi juga harus terus dijaga sepanjang proses beramal. “Keikhlasan itu seperti akar pohon yang tersembunyi. Jika akarnya kuat, pohon itu akan kokoh berdiri, bahkan ketika diterpa badai,” kata beliau.

Dalam kajian tersebut, Ustadz juga mengutip sebuah hadits yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap wajah-Nya semata.” (HR. An-Nasa’i).

Ustadz menegaskan bahwa menjaga keikhlasan sangat penting, terutama di era digital saat ini. “Dengan hadirnya media sosial, banyak orang tergoda untuk memamerkan amalnya. Padahal, amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tanpa pamrih,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Ustadz M. Ikhwan memberikan pesan inspiratif kepada jamaah. “Jangan pernah berhenti berbuat baik, meskipun tidak ada yang melihat atau menghargai. Allah SWT Maha Melihat, dan Dia tidak akan pernah membiarkan amal kita sia-sia. Keikhlasan adalah kunci menuju keberkahan hidup.”

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar kampus. Kajian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk selalu menjaga niat yang tulus dalam setiap amal ibadah.

Waallahualam.

Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi