4 WASIAT QUR’ANI UNTUK YANG MENCAPAI USIA 40 TAHUN
Rabu, 20 November 2024, bertepatan dengan 17 Rabiul Akhir 1446 H, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Fatah Universitas Islam 45 Bekasi kembali menggelar kajian rutin setelah salat Zuhur. Kajian kali ini diisi oleh salah satu dosen Fakultas Teknik, Ustadz Taufiqur Rohkhman, yang membawakan tema “4 Wasiat Qur’ani untuk yang Mencapai Usia 40 Tahun.”
Dalam pemaparannya, Ustadz Taufiqur Rohkhman menjelaskan, Surah Al-Ahqaf ayat 15 menjadi pedoman utama dalam kajian ini. Ayat tersebut menyoroti pentingnya usia 40 tahun sebagai puncak kekuatan fisik dan mental manusia. Menurut Ustadz, usia ini adalah waktu yang tepat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memperbarui komitmen dalam beribadah.
1. Syukur kepada Allah
Ustadz Taufiqur Rohkhman menekankan, ayat ini dimulai dengan doa penuh syukur:
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku…”
Menurut Ustadz, ungkapan syukur ini bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat. Syukur kepada Allah menjadi kunci kebahagiaan dan keberkahan hidup.
2. Amal Shalih
Selanjutnya, Ustadz menjelaskan pentingnya amal shalih sebagaimana disebutkan dalam lanjutan ayat tersebut:
“…dan untuk mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai…”
Dikatakan oleh Ustadz, amal shalih yang diridai Allah adalah amal yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah. “Setiap langkah kebaikan yang kita lakukan haruslah diniatkan hanya untuk mencari ridha Allah,” tegas beliau.
3. Doa Agar Keturunan Menjadi Baik
“…dan berilah kebaikan kepadaku dalam keturunanku…”
Menurut Ustadz Taufiqur Rohkhman, kebaikan orang tua adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang lebih baik. “Doa ini menunjukkan tanggung jawab kita terhadap generasi penerus. Orang tua yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula,” jelasnya.
4. Memperbarui Taubat
Ustadz juga menekankan bagian akhir ayat ini:
“…Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Menurut beliau, usia 40 tahun adalah waktu yang tepat untuk memperbarui taubat, introspeksi diri, dan memperbaiki segala kekurangan. “Taubat bukan hanya untuk menghapus dosa, tetapi juga sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah agar hidup kita semakin bermakna,” ujar Ustadz.
Di akhir kajian, Ustadz Taufiqur Rohkhman mengingatkan jamaah untuk senantiasa memaknai kehidupan dengan penuh kesyukuran, memperbanyak amal shalih, mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang, serta tidak lupa memperbarui taubat sebagai bekal menuju kehidupan abadi.
“Ingatlah,” kata Ustadz, “usia adalah nikmat sekaligus amanah. Jangan sia-siakan waktu yang Allah berikan, terutama di usia-usia keemasan ini.”
Semoga kajian ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh jamaah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah di setiap fase kehidupan.
Waallahualam.
Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi

