PENDIDIKAN BERBASIS NILAI DALAM ISLAM

Bekasi, Senin, 18 November 2024 / 15 Rabi’ul Akhir 1446 H – Kajian rutin yang diselenggarakan oleh DKM Al Fatah Universitas Islam 45 Bekasi kembali menghadirkan pembicara inspiratif, yaitu Ustadz Abdul Khoir, HS, yang juga merupakan Dosen Fakultas Agama Islam sekaligus Wakil Rektor III Universitas Islam 45 Bekasi. Kajian yang diadakan setelah salat Dzuhur ini mengangkat tema “Pendidikan Berbasis Nilai: Menyeimbangkan Transfer Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan.”

Dalam paparannya, Ustadz Abdul Khoir menekankan pentingnya pendidikan berbasis nilai yang seimbang antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Menurut beliau, pendidikan bukan hanya tentang menguasai ilmu, tetapi juga membangun karakter dan adab. “Dalam Islam, pendidikan itu memiliki tiga unsur utama, yaitu transfer pengetahuan, penanaman sikap, dan pembentukan keterampilan. Ketiga aspek ini harus berjalan selaras agar melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga beradab,” ujar Ustadz Abdul Khoir.

Teknologi dan Tantangan Pendidikan Modern

Ustadz Abdul Khoir juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telah memudahkan akses terhadap pengetahuan. Namun, teknologi belum mampu menggantikan interaksi langsung antara guru dan murid. “Transformasi pengetahuan bisa saja dilakukan melalui teknologi digital, tetapi pembentukan sikap dan keterampilan memerlukan proses interaksi yang terus-menerus,” jelas beliau.

Menurut Ustadz Abdul Khoir, era digital membawa tantangan besar dalam pendidikan. Banyak anak muda yang mudah mendapatkan informasi dari internet, tetapi tidak mendapatkan arahan bagaimana memanfaatkan ilmu tersebut. “Hanya mengandalkan pembelajaran satu arah melalui teknologi digital tidak akan cukup. Diperlukan interaksi nyata, dialog, dan bimbingan langsung agar pengetahuan itu membawa perubahan nyata dalam sikap dan keterampilan seseorang,” kata Ustadz.

Konsep Ta’lim dan Adab dalam Islam

Dalam Islam, pendidikan dikenal dengan istilah ta’lim (pengajaran) dan adab (pembentukan sikap dan karakter). Ustadz Abdul Khoir menegaskan bahwa pendidikan yang ideal harus melibatkan transfer nilai dan keteladanan. “Guru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap dan karakter. Itulah yang dimaksud dengan pendidikan berbasis nilai,” ujar beliau.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam konsep Islam, orang yang memiliki ilmu dan adab akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. “Orang yang belajar bukan hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga hikmah. Dan hikmah ini hanya bisa diraih melalui proses pendidikan yang seimbang antara ilmu, sikap, dan keterampilan,” tegasnya.

Karakteristik Pendidikan Holistik

Kajian ini juga menyoroti pentingnya komunikasi antara guru dan murid dalam membentuk pendidikan holistik. Ustadz Abdul Khoir menjelaskan bahwa pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan media digital atau konten daring. “Pendidikan harus melibatkan komunikasi lahir dan batin. Antara dosen dan mahasiswa, antara guru dan murid, harus ada interaksi yang membangun transfer nilai dan adab,” kata beliau.

Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan berbasis nilai akan melahirkan individu yang berkarakter dan memiliki adab. “Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah. Sebaliknya, orang yang memiliki adab dan hikmah akan menjadi teladan bagi lingkungannya,” jelas Ustadz Abdul Khoir.

Pesan Penutup

Mengakhiri kajian, Ustadz Abdul Khoir mengajak para jamaah, khususnya mahasiswa, untuk tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun sikap dan keterampilan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. “Proses pendidikan itu adalah jalan panjang untuk membentuk karakteristik unggul. Jangan hanya puas dengan ilmu yang mudah diakses. Berinteraksi, berdialog, dan belajar dengan hati adalah kunci menuju pendidikan yang berkualitas,” pesan beliau.

Kajian ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar ilmu yang diperoleh bisa menjadi manfaat dan membawa berkah bagi umat. Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya pendidikan yang tidak hanya berbasis pengetahuan, tetapi juga berbasis nilai dan karakter.

Waallahualam.

Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi