KASUS DURHAKA ANAK KEPADA ORANG TUA

Bekasi, Rabu (23 Oktober 2024 / 18 Rabiul Awal 1446 H) – DKM Masjid 45 Bekasi menggelar kajian spesial yang disampaikan oleh Ustadz Ibnu Muthi, dosen Pasca Sarjana Universitas Islam 45 Bekasi. Acara ini diadakan setelah salat Zuhur, dihadiri oleh jamaah yang antusias untuk menimba ilmu agama.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Ibnu Muthi menyoroti kasus yang tengah viral di media sosial, yaitu anak seorang artis terkenal, Nikita Mirzani, yang berkata kasar kepada ibunya. Ustadz Ibnu Muthi menjelaskan bahwa perbuatan tersebut adalah bentuk kedurhakaan yang sangat dilarang dalam Islam. “Durhaka kepada orang tua, apalagi dengan kata-kata kasar, termasuk dosa besar. Bahkan berkata ‘ah’ saja tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam,” ujar beliau. Ia menambahkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa dua dosa yang azabnya disegerakan di dunia adalah kezaliman dan durhaka kepada orang tua.

Tiga Hak Anak dalam Pandangan Islam

Selain membahas perilaku anak, Ustadz Ibnu Muthi juga menekankan bahwa dalam Islam terdapat konsep orang tua durhaka. Beliau mengisahkan kejadian ketika Umar bin Khattab menegur seorang ayah karena tidak memenuhi tiga hak utama anak: mendapatkan ibu yang baik, nama yang baik, dan diajarkan Al-Qur’an.

“Ketika seorang anak mengeluhkan perlakuan orang tuanya, Umar menjelaskan bahwa anak memiliki hak untuk mendapat ibu yang baik, nama yang layak, dan pendidikan Al-Qur’an,” tutur Ustadz Ibnu Muthi. Ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

Pemilihan Ibu yang Baik dan Nama yang Bermakna Positif

Ustadz Ibnu Muthi menjelaskan bahwa pemilihan ibu yang baik adalah langkah awal dalam mendidik anak. “Rasulullah SAW memberikan panduan agar memilih pasangan hidup berdasarkan agamanya untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam Islam, nama memiliki arti yang mendalam. “Nama adalah doa dan identitas yang akan dipanggil di akhirat. Rasulullah SAW pernah mengganti nama sahabatnya dari Hazen (berarti sedih) menjadi Sahel (berarti mudah),” tambahnya.

Mengajarkan Al-Qur’an sebagai Fondasi Utama

Poin terakhir yang disampaikan adalah pentingnya mengajarkan Al-Qur’an kepada anak. “Orang yang terbaik adalah mereka yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur’an, termasuk hati manusia yang mengandung Al-Qur’an, memiliki kemuliaan,” ujar Ustadz Ibnu Muthi.

Penutup dan Pesan untuk Orang Tua

Ustadz Ibnu Muthi mengakhiri kajiannya dengan pesan penting bagi para orang tua. “Mendidik anak dimulai sejak memilih pasangan hidup dan dilanjutkan dengan memenuhi hak-hak mereka. Jangan sampai orang tua durhaka kepada anak-anaknya sebelum mengharapkan anak yang berbakti,” tutupnya.

Kajian ini memberikan pencerahan kepada jamaah tentang pentingnya peran dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak sesuai ajaran Islam.

Waallahualam.

Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi