MAKNA ULUL ALBAB DALAM AL-QURAN
Bekasi, 30 September 2024 – Dalam kajian rutin di Universitas Islam 45 Bekasi, Ustadz Musyaffa Amin Ash Shabah, M.H., menjelaskan mengenai konsep Ulul Albab, yang diambil dari istilah dalam Al-Qur’an yang sering diartikan sebagai “orang-orang yang berakal.” Ustadz Musyaffa menjelaskan bahwa kata “ulu” adalah bentuk jamak tanpa mufrad, yang berarti “ashab” atau pemilik, sedangkan “albab” adalah bentuk jamak dari “lubbu,” yang berarti inti atau akal. Dalam konteks ini, Ulul Albab adalah mereka yang menggunakan akalnya untuk memahami dan mengenali keagungan serta kebijaksanaan Allah.
Penggunaan Istilah Ulul Albab dalam Al-Qur’an Ustadz Musyaffa mengungkapkan bahwa kata “Ulul Albab” disebutkan sebanyak 16 kali dalam Al-Qur’an. Dalam konteks tersebut, orang-orang yang digelari Ulul Albab adalah mereka yang tidak hanya menggunakan akal, tetapi juga mencermati tanda-tanda kebesaran Allah melalui dua jenis ayat:
- Ayat Kauniyah – Ayat yang berupa ciptaan Allah, seperti penciptaan langit dan bumi
- Ayat Syar’iyah – Hukum-hukum Allah yang tertulis dalam wahyu-Nya
Dalam Q.S. Ali Imran ayat 190-191:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ (190) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allah menggambarkan tanda-tanda bagi Ulul Albab:
- Kondisi berdiri, mengingat Allah dalam keadaan sehat, sukses, dan berkuasa. Ini menggambarkan bahwa dalam keadaan paling baik sekalipun, ingatan kepada Allah harus tetap ada.
- Kondisi duduk, meskipun dalam keadaan kurang sehat atau mengalami kesulitan ekonomi, mereka tetap mengingat Allah. Ini menunjukkan komitmen spiritual meski dalam kondisi sulit.
- Kondisi berbaring, dalam keadaan terpuruk secara fisik atau ekonomi, Ulul Albab tetap mengingat Allah, menunjukkan ketahanan iman meskipun menghadapi ujian hidup.
Penutup
Ustadz Musyaffa berharap agar setiap individu dapat menjaga ingatan kepada Allah dalam setiap kondisi—apakah berdiri, duduk, atau berbaring. Dengan demikian, kita akan terus berada dalam kondisi Ulul Albab yang taat dan bersyukur kepada Allah SWT.
Waallahualam.
Tim Redaksi
DKM Al Fatah UNISMA Bekasi

