{"id":1582,"date":"2025-03-12T07:38:29","date_gmt":"2025-03-12T07:38:29","guid":{"rendered":"https:\/\/alfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1582"},"modified":"2025-03-29T04:37:36","modified_gmt":"2025-03-29T04:37:36","slug":"kajian-rutin-universitas-islam-45-bekasi-19-februari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1582","title":{"rendered":"Kajian Rutin Universitas Islam 45 Bekasi, 19 Februari 2025"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>RELA DENGAN PILIHAN ALLAH<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-21-at-13.15.33.jpeg\" style=\"width:50%;float:left;padding:8px 20px 10px 0;\">Bekasi, 19 Februari 2025 (20 Sya&#8217;ban 1446 H)\nTak dapat dipungkiri bahwa kehidupan manusia penuh dengan ujian dan cobaan. Setiap insan pasti memiliki keinginan dan harapan, namun tidak semua keinginan tersebut terwujud sesuai dengan yang diharapkan. Dalam menghadapi hal ini, Islam mengajarkan kita untuk rela dengan pilihan Allah (\u0631\u0636\u0627 \u0628\u0642\u0636\u0627\u0621 \u0627\u0644\u0644\u0647).\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nKajian rutin DKM Masjid Al-Fatah UNISMA Bekasi pada hari Senin dan Rabu bakda Dzuhur kali ini mengangkat tema &#8220;Rela dengan Pilihan Allah&#8221;, yang disampaikan oleh Ustadz Ismail Mubarok, salah satu ustadz dari Cakung, Jakarta, dan dosen tamu di Universitas Islam 45 Bekasi pada jurusan Pendidikan Agama Islam.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nSetiap Umat Mempunyai Ajal (Batas Waktu)\nSebagaimana firman Allah dalam Al-Qur\u2019an, Surah Al-A\u2019raf ayat 34:\n<\/p><p style=\"text-align:right\">\n\u0648\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0629\u064d \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064c \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0623\u064e\u062c\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064b \u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0642\u0652\u062f\u0650\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<i>&#8220;Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.&#8221;<\/i>\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nUstadz Ismail Mubarok menjelaskan bahwa ayat ini mengingatkan kita tentang ketetapan Allah yang mutlak. Setiap manusia dan umat memiliki batas waktu hidup yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal telah tiba, tidak ada yang dapat menunda atau mempercepatnya. &#8220;Ini adalah ketetapan Allah yang harus kita terima dengan lapang dada,&#8221; ujarnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nUstadz Ismail juga menambahkan bahwa konsep ajal ini mengajarkan kita untuk selalu siap menghadapi kematian. &#8220;Kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kita tidak tahu kapan ajal kita akan tiba. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mempersiapkan diri dengan amal shaleh dan kehidupan yang diridhai Allah,&#8221; imbuhnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nDoa dan Tiga Kemungkinan Jawaban dari Allah\nAllah SWT juga berfirman dalam Surah Ghafir ayat 60:\n<\/p><p style=\"text-align:right\">\n\u0648\u064e\u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u062f\u0652\u0639\u064f\u0648\u0646\u0650\u064a \u0623\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u0650\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<i>&#8220;Dan Tuhanmu berfirman: &#8216;Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'&#8221;<\/i>\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nUstadz Ismail menegaskan bahwa doa adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, Allah tidak selalu mengabulkan doa sesuai dengan keinginan kita. \n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nRasulullah SAW bersabda:\n<\/p><p style=\"text-align:right\">\n\u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064e\u0627\u0639\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e \u0625\u0650\u062d\u0652\u062f\u064e\u0649 \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064d: \u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u0639\u064e\u062c\u0651\u064e\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u0637\u064e\u0644\u0650\u0628\u064e\u062a\u064f\u0647\u064f\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u062f\u0651\u064e\u062e\u064e\u0631\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f \u062b\u064e\u0648\u064e\u0627\u0628\u064f\u0647\u064e\u0627\u060c \u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0635\u0652\u0631\u064e\u0641\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0652\u0621\u0650 \u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n&#8220;Tidaklah ada seorang berdoa kecuali doa tersebut di antara tiga hal:\n<ol><li>Adakalanya doanya dikabulkan,<\/li>\n<li>Adakalanya diakhirkan pahalanya,<\/li>\n<li>Adakalanya ia dihindarkan dari kejelekan yang setara dengan doa tersebut.&#8221;<\/li><\/ol>\n(HR. Ahmad, Al-Bazzar, dan Abu Ya\u2019la)\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n&#8220;Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya,&#8221; jelas Ustadz Ismail. Terkadang, Allah menunda pengabulan doa karena Dia ingin memberikan yang lebih baik, atau menghindarkan kita dari keburukan yang tidak kita sadari.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nUstadz Ismail juga menjelaskan bahwa doa yang tidak dikabulkan bukan berarti Allah tidak mendengar. &#8220;Bisa jadi, Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita, atau sedang melindungi kita dari bahaya yang tidak kita ketahui,&#8221; serunya. Ia mencontohkan, terkadang kita meminta sesuatu yang menurut kita baik, tetapi Allah tahu bahwa hal tersebut justru akan membawa mudarat bagi kita.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Rela dengan Pilihan Allah<\/strong><br>\nUstadz Ismail Mubarok menekankan bahwa rela dengan pilihan Allah adalah sikap yang harus dimiliki oleh setiap muslim. &#8220;Kita harus yakin bahwa Allah memiliki rencana yang terbaik untuk kita, meskipun terkadang kita tidak memahami alasan di baliknya,&#8221; imbuhnya. Dengan bersabar dan tetap berdoa, kita akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.\nUstadz Ismail juga mengingatkan bahwa rela dengan pilihan Allah bukan berarti pasif. &#8220;Kita tetap harus berusaha dan berikhtiar, tetapi hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah. Inilah yang disebut tawakal,&#8221; jelasnya. Ia menambahkan bahwa tawakal adalah bentuk keimanan yang tinggi, di mana kita percaya sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Hikmah di Balik Tertundanya Pemberian Allah<\/strong><br>\nDalam kajian ini, Ustadz Ismail juga membahas hikmah di balik tertundanya pemberian Allah. &#8220;Allah memiliki waktu yang tepat untuk mengabulkan doa-doa kita. Terkadang, Allah menunda pemberian-Nya karena Dia ingin memberikan yang lebih baik, atau sedang menguji kesabaran dan keimanan kita,&#8221; tuturnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Kesimpulan dan Penutup<\/strong><br>\nPada akhirnya, semua kembali kepada kehendak Allah SWT. &#8220;Dengan demikian, sudah seharusnya kita bersabar dan bertawakal kepada-Nya,&#8221; tutur Ustadz Ismail. Kajian ini diharapkan dapat mengingatkan kita untuk selalu rela dengan pilihan Allah, menghindari sifat tamak, dan senantiasa berdoa dengan penuh keyakinan.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n&#8220;Maka dari itu, hendaklah kita selalu ingat bahwa kehidupan ini adalah ujian dari Allah. Untuk itu, bersabar dan bertawakallah kepada-Nya,&#8221; pungkas Ustadz Ismail Mubarok.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nWaallahualam.\n<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Tim Redaksi \n<br>\nDKM Al Fatah UNISMA Bekasi<\/strong>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RELA DENGAN PILIHAN ALLAH Bekasi, 19 Februari 2025 (20 Sya&#8217;ban 1446 H) Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan manusia penuh dengan ujian dan cobaan. Setiap insan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1585,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[12],"tags":[39],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1582"}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1582"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1582\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1595,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1582\/revisions\/1595"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1582"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1582"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1582"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}