{"id":1538,"date":"2025-01-21T04:17:56","date_gmt":"2025-01-21T04:17:56","guid":{"rendered":"https:\/\/alfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1538"},"modified":"2025-03-12T07:53:45","modified_gmt":"2025-03-12T07:53:45","slug":"kajian-rutin-universitas-islam-45-bekasi-20-januari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1538","title":{"rendered":"Kajian Rutin Universitas Islam 45 Bekasi, 20 Januari 2025"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>TEORI RELATIVITAS SIDRATUL MUNTAHA &amp; CATATAN AMAL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" src=\"..\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/kultum-e1737431890646.jpeg\" style=\"width:50%;float:left;padding:8px 20px 10px 0;\">Bekasi, 20 Januari 2025 \/ 4 Jumadil Awal 1446 H -Universitas Islam 45 Bekasi kembali menggelar kajian rutin yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Fatah. Acara ini diadakan setiap hari Senin, selepas salat Zuhur, di lingkungan Universitas Islam 45 Bekasi. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah &#8220;TEORI RELATIVITAS SIDRATUL MUNTAHA &#038; CATATAN AMAL &#8220;, dengan narasumber Andi Hasad, S.T., M.Kom, Direktur Direktorat Teknologi dan Sistem Informasi (DTSI) Universitas Islam 45 Bekasi.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n&#8220;Kajian ini bertujuan memperkuat pemahaman antara sains dan agama, menunjukkan bahwa keduanya saling melengkapi,&#8221; jelas Andi Hasad dalam pembukaan sesi.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Mengupas Relativitas Waktu dan Perspektif Ilahi<\/strong><br>\nAndi Hasad mengawali kajian dengan membahas teori relativitas yang ditemukan oleh Albert Einstein. Beliau menjelaskan bahwa teori ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana waktu dapat berjalan berbeda di dimensi yang berbeda pula. &#8220;Dalam relativitas khusus, objek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami pelambatan waktu,&#8221; tegas beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nSebagai ilustrasi, beliau menyebutkan seorang astronot yang melakukan perjalanan mendekati kecepatan cahaya. Dalam kondisi tersebut, satu hari bagi astronot tersebut bisa setara dengan ribuan tahun di Bumi. Hal ini, lanjut Andi Hasad, selaras dengan firman Allah dalam QS. As-Sajdah ayat 5:\n<\/p><p style=\"text-align:right\">\n\u064a\u064f\u062f\u064e\u0628\u0651\u0650\u0631\u064f \u0671\u0644\u0652\u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u064a\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u062c\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0641\u0650\u0649 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u0650\u0642\u0652\u062f\u064e\u0627\u0631\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653 \u0623\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e \u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u064f\u062f\u0651\u064f\u0648\u0646\u064e\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<i>&#8220;Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.&#8221;<\/i>\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n&#8220;Ayat ini mengisyaratkan adanya dimensi ilahi di mana waktu tidak sama dengan waktu di dunia,&#8221; ujar beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Efek Gravitasi dan Konsep Waktu<\/strong><br>\nSelain relativitas khusus, Andi Hasad juga membahas relativitas umum. Dalam teori ini, waktu akan berjalan lebih lambat di dekat objek dengan gravitasi besar, seperti lubang hitam. &#8220;Jika seseorang berada di dekat lubang hitam, satu hari di sana bisa setara dengan ribuan tahun di Bumi karena medan gravitasi yang sangat kuat memperlambat waktu,&#8221; jelas beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nKonsep ini kembali dikaitkan dengan QS. As-Sajdah ayat 5, yang menekankan perbedaan waktu di dimensi Allah dengan waktu di dimensi manusia. &#8220;Ilmu pengetahuan tidak bertentangan dengan agama. Sebaliknya, ilmu memperkuat keimanan kita terhadap kebesaran ciptaan Allah,&#8221; tegas beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Sidratul Muntaha dan Catatan Amal<\/strong><br>\nSetelah membahas relativitas, Andi Hasad beralih ke tema Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha merupakan tempat tertinggi dalam langit ketujuh yang dijelaskan dalam perjalanan Isra dan Mi&#8217;raj Nabi Muhammad SAW. Di tempat ini, amal manusia dicatat dengan sistem pencatatan ilahi yang melampaui batasan waktu manusia.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n&#8220;Dimensi waktu di Sidratul Muntaha berbeda. Amal manusia yang dilakukan di dunia dicatat dengan sistem sempurna dan tidak akan tertukar,&#8221; ujar beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nBeliau juga menekankan bahwa amal baik sekecil apa pun akan dicatat dan diberi balasan sesuai dengan niat dan perbuatan. &#8220;Allah menjamin keadilan bagi setiap amal manusia, tanpa ada yang terlewat atau tertukar,&#8221; jelas Andi Hasad.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Analogi Teknologi Modern dan Pencatatan Amal<\/strong><br>\nDalam kajian ini, Andi Hasad membuat analogi menarik antara Sidratul Muntaha dan konsep data center modern. Menurut beliau, amal manusia dicatat seperti data dalam data center yang memiliki identitas unik, dijamin keamanannya, dan dikelola dengan sistem sempurna.\n&#8220;Seperti halnya data center modern yang mampu mengelola data dengan presisi tinggi, amal manusia juga dikelola dengan sistem yang jauh lebih sempurna oleh Allah. Amal itu tidak akan pernah hilang atau tertukar,&#8221; tegas beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Motivasi untuk Memaksimalkan Amal<\/strong><br>\nKajian ini ditutup dengan pesan motivasi dari Andi Hasad. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan waktu di dunia untuk beramal dan belajar. &#8220;Waktu kita di dunia sangat singkat, tetapi amal yang kita lakukan di sini akan memiliki dampak besar di sisi Allah. Maka, jangan sia-siakan waktu,&#8221; pesan beliau.\nBeliau juga mengingatkan para peserta untuk terus menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan ibadah. &#8220;Eksplorasi ilmu adalah bentuk penghambaan kepada Allah. Jadikanlah ilmu sebagai jalan untuk memperkuat keimanan,&#8221; tutup beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nKajian rutin ini diharapkan dapat terus memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para peserta, baik dari segi keilmuan maupun spiritualitas. Dengan kolaborasi antara ilmu dan agama, masyarakat Muslim diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan lebih bijak dan penuh keyakinan.**\n<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\">\nWaallahualam.\n<br><br>\n<strong>Tim Redaksi \n<br>\nDKM Al Fatah UNISMA Bekasi<\/strong>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEORI RELATIVITAS SIDRATUL MUNTAHA &amp; CATATAN AMAL Bekasi, 20 Januari 2025 \/ 4 Jumadil Awal 1446 H -Universitas Islam 45 Bekasi kembali menggelar kajian rutin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1540,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[12],"tags":[36],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1538"}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1538"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1542,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1538\/revisions\/1542"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}