{"id":1529,"date":"2024-12-17T03:18:00","date_gmt":"2024-12-17T03:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/alfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1529"},"modified":"2024-12-27T03:20:14","modified_gmt":"2024-12-27T03:20:14","slug":"kajian-rutin-universitas-islam-45-bekasi-16-desember-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1529","title":{"rendered":"Kajian Rutin Universitas Islam 45 Bekasi, 16 Desember 2024"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Pentingnya Ihsan sebagai Pelengkap Iman dan Islam<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" src=\"..\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/kultum-3-e1735268692293.jpeg\" style=\"width:50%;float:left;padding:8px 20px 10px 0;\">Bekasi, 16 Desember 2024 \/ 4 Jumadil Awal 1446 H \u2013 DKM Masjid Al-Fatah Universitas Islam 45 Bekasi kembali menggelar kajian rutin dengan tema yang menginspirasi, yaitu \u201cIhsan: Pelengkap Kesempurnaan Iman dan Islam\u201d. Acara yang berlangsung di Masjid Al-Fatah ini menghadirkan Dr. Irham, dosen Pendidikan Agama Islam dari Fakultas Agama Islam, Universitas Islam 45 Bekasi, sebagai narasumber utama.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nPendahuluan: Pentingnya Iman, Islam, dan Ihsan\nDalam pembukaannya, Dr. Irham menegaskan bahwa setiap manusia secara fitrah adalah makhluk yang lemah dan tidak sempurna. &#8220;Bukti kehinaan manusia terlihat dari kebutuhannya yang terus-menerus kepada Allah SWT,&#8221; ujar beliau. Dalam Islam, kesempurnaan seorang Muslim tidak hanya diukur dari keimanan atau keislamannya semata, tetapi juga dari ihsan, yaitu kemampuan berbuat baik kepada Allah, sesama manusia, dan alam.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nMenurut Dr. Irham, iman dan Islam merupakan dasar utama, tetapi keduanya tidak akan sempurna tanpa ihsan. &#8220;Orang yang beriman belum tentu berislam dengan baik, begitu pula sebaliknya. Namun, iman dan Islam harus diiringi ihsan agar menjadi kesempurnaan akhlak seorang Muslim,&#8221; tegasnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Ihsan Sebagai Kunci Kesempurnaan Akhlak<\/strong><br>\nDalam kajian yang berlangsung selama satu jam ini, Dr. Irham menguraikan secara rinci tentang ihsan yang terbagi menjadi tiga dimensi utama:\n<ol>\n<li>\n<strong>Ihsan dalam Hubungan Manusia dengan Allah SWT<\/strong><br>\n&#8220;Ihsan kepada Allah adalah dasar segalanya,&#8221; jelas Dr. Irham. Hubungan manusia dengan Allah mencakup sikap:<br>\n<strong>Syukur:<\/strong><br>\n&#8220;Seorang hamba yang selalu bersyukur atas nikmat yang diterima, meskipun dalam keadaan sulit, menunjukkan penghambaan yang sempurna kepada Allah.&#8221;<br>\n<strong>Ridha atas takdir Allah:<\/strong><br>\n&#8220;Ridha berarti menerima apa pun yang telah ditetapkan Allah dengan lapang dada.&#8221;<br>\n<strong>Ikhlas dalam beribadah: <\/strong><br>\n&#8220;Segala amal harus dilandasi niat yang tulus hanya karena Allah SWT,&#8221; tambahnya.\n<\/li>\n<li>\n<strong>Ihsan dalam Hubungan Manusia dengan Sesama<\/strong><br>\nDr. Irham menekankan bahwa ihsan kepada sesama manusia adalah wujud nyata dari akhlak mulia. &#8220;Kebaikan kepada sesama harus mencakup semua kalangan, baik yang seiman maupun yang berbeda keyakinan,&#8221; tegas beliau.<br> \nBeliau juga mengingatkan:<br>\n<strong>Menghindari perilaku buru<\/strong><br>\nSeperti memfitnah, menipu, atau merugikan orang lain.<br>\n<strong>Menjaga hubungan sosial<\/strong><br>\n&#8220;Kita harus mampu menciptakan keharmonisan dalam masyarakat tanpa memandang perbedaan,&#8221; ujar Dr. Irham.\n<\/li>\n<li>\n<strong>Ihsan dalam Hubungan Manusia dengan Alam<\/strong><br>\nMenurut Dr. Irham, menjaga kelestarian lingkungan adalah bentuk ihsan yang sering kali dilupakan. &#8220;Islam mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan keberlangsungan alam,&#8221; ungkapnya.<br>\nBeliau juga menegaskan:<br>\n<strong>Tidak merusak lingkungan<\/strong><br>\n&#8220;Jangan membuang sampah sembarangan, karena itu bukan hanya merugikan alam tetapi juga masyarakat sekitar.&#8221;<br>\n<strong>Berperan dalam pelestarian alam: <\/strong><br>\n&#8220;Menanam pohon, menjaga kualitas udara, dan memastikan air tetap bersih adalah bentuk kontribusi kita untuk menciptakan lingkungan yang sehat,&#8221; tambah beliau.\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Penutup<br>\nIhsan sebagai Pelengkap Kesempurnaan<\/strong><br>\nDi akhir kajian, Dr. Irham memberikan pesan mendalam: &#8220;Kesempurnaan seorang Muslim terletak pada penerapan iman, Islam, dan ihsan secara utuh. Jangan sampai kita menjadi orang yang rajin shalat, tetapi tidak berbuat baik kepada tetangga, atau menjaga kebersihan diri tetapi abai terhadap lingkungan.&#8221;\nBeliau juga mengingatkan bahwa ihsan bukan hanya ajaran agama, tetapi kebutuhan moral yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. &#8220;Dengan ihsan, kita tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga menciptakan kedamaian dengan sesama dan lingkungan,&#8221; pungkasnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Harapan DKM Masjid Al-Fatah<\/strong><br>\nDi akhir kajian, Dr. Irham memberikan pesan mendalam: &#8220;Kesempurnaan seorang Muslim terletak pada penerapan iman, Islam, dan ihsan secara utuh. Jangan sampai kita menjadi orang yang rajin shalat, tetapi tidak berbuat baik kepada tetangga, atau menjaga kebersihan diri tetapi abai terhadap lingkungan.&#8221;\nBeliau juga mengingatkan bahwa ihsan bukan hanya ajaran agama, tetapi kebutuhan moral yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. &#8220;Dengan ihsan, kita tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga menciptakan kedamaian dengan sesama dan lingkungan,&#8221; pungkasnya.\n<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\">\nWaallahualam.\n<br><br>\n<strong>Tim Redaksi \n<br>\nDKM Al Fatah UNISMA Bekasi<\/strong>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pentingnya Ihsan sebagai Pelengkap Iman dan Islam Bekasi, 16 Desember 2024 \/ 4 Jumadil Awal 1446 H \u2013 DKM Masjid Al-Fatah Universitas Islam 45 Bekasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1530,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,12],"tags":[35],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1529"}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1529"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1532,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1529\/revisions\/1532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}