{"id":1514,"date":"2024-12-02T03:08:48","date_gmt":"2024-12-02T03:08:48","guid":{"rendered":"https:\/\/alfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1514"},"modified":"2024-12-02T03:08:48","modified_gmt":"2024-12-02T03:08:48","slug":"kajian-rutin-universitas-islam-45-bekasi-25-november-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1514","title":{"rendered":"Kajian Rutin Universitas Islam 45 Bekasi, 25 November 2024"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>IKHLAS DALAM BERAMAL DI TENGAH TANTANGAN DAN KESUNYIAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" src=\"..\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/kultum-2-e1733108606151.jpeg\" style=\"width:50%;float:left;padding:8px 20px 10px 0;\">Bekasi, Senin, 25 November 2024 \/ 22 Rabiul Akhir 1446 H \u2013 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Fatah Universitas Islam 45 Bekasi kembali menggelar kajian rutin setelah salat Dzuhur. Kajian kali ini mengusung tema &#8220;Ikhlas dalam Beramal: Menjaga Niat di Tengah Tantangan dan Kesunyian&#8221; dan diisi oleh Ustadz M. Ikhwan Rahmanto, salah satu dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Islam 45 Bekasi.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nDalam paparannya, Ustadz M. Ikhwan Rahmanto menekankan bahwa keikhlasan adalah inti dari setiap amal ibadah dan perbuatan baik. \u201cAllah SWT memerintahkan kita untuk beramal hanya karena mengharap ridha-Nya, bukan pujian atau pengakuan dari manusia,\u201d ujar Ustadz.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nMenurut Ustadz, keikhlasan sering kali diuji dalam dua situasi: ketika kita berada di tengah banyak orang dan saat kita sendirian. \u201cDi tengah keramaian, seseorang bisa tergoda untuk beramal hanya demi mendapatkan pujian, sedangkan dalam kesendirian, muncul rasa bahwa amal kita sia-sia jika tidak dilihat orang lain,\u201d jelas beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nLebih lanjut, Ustadz M. Ikhwan menjelaskan, keikhlasan tidak hanya soal niat di awal, tetapi juga harus terus dijaga sepanjang proses beramal. \u201cKeikhlasan itu seperti akar pohon yang tersembunyi. Jika akarnya kuat, pohon itu akan kokoh berdiri, bahkan ketika diterpa badai,\u201d kata beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nDalam kajian tersebut, Ustadz juga mengutip sebuah hadits yang berbunyi:\n&#8220;Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap wajah-Nya semata.&#8221; (HR. An-Nasa\u2019i).\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nUstadz menegaskan bahwa menjaga keikhlasan sangat penting, terutama di era digital saat ini. \u201cDengan hadirnya media sosial, banyak orang tergoda untuk memamerkan amalnya. Padahal, amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tanpa pamrih,\u201d ungkapnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nSebagai penutup, Ustadz M. Ikhwan memberikan pesan inspiratif kepada jamaah. \u201cJangan pernah berhenti berbuat baik, meskipun tidak ada yang melihat atau menghargai. Allah SWT Maha Melihat, dan Dia tidak akan pernah membiarkan amal kita sia-sia. Keikhlasan adalah kunci menuju keberkahan hidup.\u201d\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nAcara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar kampus. Kajian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk selalu menjaga niat yang tulus dalam setiap amal ibadah.\n<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\">\nWaallahualam.\n<br><br>\n<strong>Tim Redaksi \n<br>\nDKM Al Fatah UNISMA Bekasi<\/strong>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IKHLAS DALAM BERAMAL DI TENGAH TANTANGAN DAN KESUNYIAN Bekasi, Senin, 25 November 2024 \/ 22 Rabiul Akhir 1446 H \u2013 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1513,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,12],"tags":[19],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1514"}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1515,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions\/1515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}