{"id":1505,"date":"2024-12-02T01:46:39","date_gmt":"2024-12-02T01:46:39","guid":{"rendered":"https:\/\/alfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1505"},"modified":"2024-12-02T01:47:40","modified_gmt":"2024-12-02T01:47:40","slug":"kajian-rutin-universitas-islam-45-bekasi-06-november-2024-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1505","title":{"rendered":"Kajian Rutin Universitas Islam 45 Bekasi, 18 November 2024"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>PENDIDIKAN BERBASIS NILAI DALAM ISLAM<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" src=\"..\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/kultum-e1733103502268.jpeg\" style=\"width:50%;float:left;padding:8px 20px 10px 0;\">Bekasi, Senin, 18 November 2024 \/ 15 Rabi\u2019ul Akhir 1446 H \u2013 Kajian rutin yang diselenggarakan oleh DKM Al Fatah Universitas Islam 45 Bekasi kembali menghadirkan pembicara inspiratif, yaitu Ustadz Abdul Khoir, HS, yang juga merupakan Dosen Fakultas Agama Islam sekaligus Wakil Rektor III Universitas Islam 45 Bekasi. Kajian yang diadakan setelah salat Dzuhur ini mengangkat tema \u201cPendidikan Berbasis Nilai: Menyeimbangkan Transfer Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan.\u201d\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nDalam paparannya, Ustadz Abdul Khoir menekankan pentingnya pendidikan berbasis nilai yang seimbang antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Menurut beliau, pendidikan bukan hanya tentang menguasai ilmu, tetapi juga membangun karakter dan adab. \u201cDalam Islam, pendidikan itu memiliki tiga unsur utama, yaitu transfer pengetahuan, penanaman sikap, dan pembentukan keterampilan. Ketiga aspek ini harus berjalan selaras agar melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga beradab,\u201d ujar Ustadz Abdul Khoir.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Teknologi dan Tantangan Pendidikan Modern<\/strong><br><br>\nUstadz Abdul Khoir juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telah memudahkan akses terhadap pengetahuan. Namun, teknologi belum mampu menggantikan interaksi langsung antara guru dan murid. \u201cTransformasi pengetahuan bisa saja dilakukan melalui teknologi digital, tetapi pembentukan sikap dan keterampilan memerlukan proses interaksi yang terus-menerus,\u201d jelas beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nMenurut Ustadz Abdul Khoir, era digital membawa tantangan besar dalam pendidikan. Banyak anak muda yang mudah mendapatkan informasi dari internet, tetapi tidak mendapatkan arahan bagaimana memanfaatkan ilmu tersebut. \u201cHanya mengandalkan pembelajaran satu arah melalui teknologi digital tidak akan cukup. Diperlukan interaksi nyata, dialog, dan bimbingan langsung agar pengetahuan itu membawa perubahan nyata dalam sikap dan keterampilan seseorang,\u201d kata Ustadz.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Konsep Ta\u2019lim dan Adab dalam Islam<\/strong><br><br>\nDalam Islam, pendidikan dikenal dengan istilah ta\u2019lim (pengajaran) dan adab (pembentukan sikap dan karakter). Ustadz Abdul Khoir menegaskan bahwa pendidikan yang ideal harus melibatkan transfer nilai dan keteladanan. \u201cGuru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap dan karakter. Itulah yang dimaksud dengan pendidikan berbasis nilai,\u201d ujar beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nLebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam konsep Islam, orang yang memiliki ilmu dan adab akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. \u201cOrang yang belajar bukan hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga hikmah. Dan hikmah ini hanya bisa diraih melalui proses pendidikan yang seimbang antara ilmu, sikap, dan keterampilan,\u201d tegasnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Karakteristik Pendidikan Holistik<\/strong><br><br>\nKajian ini juga menyoroti pentingnya komunikasi antara guru dan murid dalam membentuk pendidikan holistik. Ustadz Abdul Khoir menjelaskan bahwa pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan media digital atau konten daring. \u201cPendidikan harus melibatkan komunikasi lahir dan batin. Antara dosen dan mahasiswa, antara guru dan murid, harus ada interaksi yang membangun transfer nilai dan adab,\u201d kata beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nBeliau juga mengingatkan bahwa pendidikan berbasis nilai akan melahirkan individu yang berkarakter dan memiliki adab. \u201cIlmu tanpa adab akan kehilangan arah. Sebaliknya, orang yang memiliki adab dan hikmah akan menjadi teladan bagi lingkungannya,\u201d jelas Ustadz Abdul Khoir.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Pesan Penutup<\/strong><br><br>\nMengakhiri kajian, Ustadz Abdul Khoir mengajak para jamaah, khususnya mahasiswa, untuk tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun sikap dan keterampilan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. \u201cProses pendidikan itu adalah jalan panjang untuk membentuk karakteristik unggul. Jangan hanya puas dengan ilmu yang mudah diakses. Berinteraksi, berdialog, dan belajar dengan hati adalah kunci menuju pendidikan yang berkualitas,\u201d pesan beliau.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nKajian ini ditutup dengan doa bersama, berharap agar ilmu yang diperoleh bisa menjadi manfaat dan membawa berkah bagi umat. Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya pendidikan yang tidak hanya berbasis pengetahuan, tetapi juga berbasis nilai dan karakter.\n<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\">\nWaallahualam.\n<br><br>\n<strong>Tim Redaksi \n<br>\nDKM Al Fatah UNISMA Bekasi<\/strong>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENDIDIKAN BERBASIS NILAI DALAM ISLAM Bekasi, Senin, 18 November 2024 \/ 15 Rabi\u2019ul Akhir 1446 H \u2013 Kajian rutin yang diselenggarakan oleh DKM Al Fatah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1506,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,12],"tags":[21],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1505"}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1505"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1508,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1505\/revisions\/1508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}