{"id":1499,"date":"2024-11-15T01:09:08","date_gmt":"2024-11-15T01:09:08","guid":{"rendered":"https:\/\/alfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1499"},"modified":"2024-12-27T03:21:00","modified_gmt":"2024-12-27T03:21:00","slug":"kajian-rutin-universitas-islam-45-bekasi-06-november-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1499","title":{"rendered":"Kajian Rutin Universitas Islam 45 Bekasi, 06 November 2024"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>MEMAHAMI LIMA ASPEK UTAMA MAQASHID SYARI&#8217;AH<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" src=\"..\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kultum-1-e1731632511134.jpeg\" style=\"width:50%;float:left;padding:8px 20px 10px 0;\">Masjid Al Fatah UNISMA Bekasi mengadakan kajian rutin yang berlangsung pada hari Rabu, 06 November 2024 (23 Rabiul Akhir 1446 H), dengan menghadirkan Ustadz Irham, M.Pd., dosen di Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dalam kajian tersebut, Ustadz Irham membahas konsep penting dalam Islam yaitu maqashid syari&#8217;ah, yang menurutnya merupakan tujuan-tujuan syariat Islam untuk mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan umat manusia.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>Lima Aspek Utama dalam Maqashid Syari&#8217;ah<\/strong><br><br>Menurut Ustadz Irham, maqashid syari&#8217;ah terdiri dari lima aspek utama yang harus dijaga demi terciptanya kehidupan yang adil dan sejahtera. Berikut penjelasan lebih rinci mengenai setiap aspek:\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>1. Hifzh ad-Din (Menjaga Agama)<\/strong><br><br>\nAspek ini bertujuan untuk menjaga keimanan dan keyakinan umat agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik. Menurutnya, menjaga agama adalah kewajiban utama bagi setiap Muslim. Contohnya, memastikan kebebasan beribadah dan mendukung aktivitas dakwah yang positif. \u201cMenjaga agama berarti menjaga pondasi dari semua aspek kehidupan seorang Muslim,\u201d imbuhnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>2. Hifzh an-Nafs (Menjaga Jiwa)<\/strong><br><br>\nSyariat Islam memberikan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa manusia. Ustadz Irham menjelaskan bahwa hal ini tidak hanya mencakup perlindungan terhadap nyawa, tetapi juga kesejahteraan fisik dan mental. Contohnya, hukum-hukum terkait qisas dan hukuman mati bertujuan untuk mencegah pembunuhan serta menjaga keamanan masyarakat. \u201cSelanjutnya, perlindungan jiwa juga meliputi larangan terhadap tindakan yang membahayakan diri sendiri seperti bunuh diri,\u201d jelasnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>3. Hifzh al-&#8216;Aql (Menjaga Akal)<\/strong><br><br>\nMenurut Ustadz Irham, menjaga akal adalah aspek penting agar manusia dapat berpikir dengan baik dan bijaksana. Hal ini termasuk larangan terhadap konsumsi alkohol dan zat berbahaya yang bisa merusak pikiran. Sebagai contoh, kebijakan larangan minuman keras dalam Islam bertujuan menjaga kemampuan berpikir seseorang. \u201cAkal yang sehat adalah kunci bagi umat Islam untuk bisa memahami ilmu dan menjalankan perintah Allah,\u201d tambahnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>4. Hifzh an-Nasl (Menjaga Keturunan)<\/strong><br><br>\nUstadz Irham menjelaskan bahwa menjaga keturunan berkaitan dengan menjaga kehormatan dan nasab melalui pernikahan yang sah dan menjauhi perzinaan. Menurutnya, aspek ini penting untuk memastikan keberlangsungan generasi yang sehat dan bermartabat. \u201cPernikahan yang sah bukan hanya soal hubungan antar individu, tetapi juga tentang menjaga struktur sosial dan moral,\u201d selanjutnya ia menambahkan contoh praktik yang ditekankan seperti pentingnya akad nikah yang sah dalam Islam.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<strong>5. Hifzh al-Mal (Menjaga Harta)<\/strong><br><br>\nMenjaga harta berarti melindungi hak milik dan mengatur penggunaannya secara adil. Menurut Ustadz Irham, aspek ini mencakup larangan terhadap riba, pencurian, dan penipuan. \u201cDalam Islam, kejujuran dalam transaksi adalah prinsip yang tak boleh dilanggar. Contohnya, larangan praktik riba bertujuan melindungi masyarakat dari eksploitasi ekonomi,\u201d imbuhnya lebih lanjut.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nSeluruh aspek maqashid syari&#8217;ah ini, menurut Ustadz Irham, saling melengkapi satu sama lain untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, aman, dan harmonis. Kajian ini menggarisbawahi pentingnya implementasi nilai-nilai syariat dalam kehidupan sehari-hari agar terwujud masyarakat yang diridhai Allah SWT.\n<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\">\nWaallahualam.\n<br><br>\n<strong>Tim Redaksi \n<br>\nDKM Al Fatah UNISMA Bekasi<\/strong>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMAHAMI LIMA ASPEK UTAMA MAQASHID SYARI&#8217;AH Masjid Al Fatah UNISMA Bekasi mengadakan kajian rutin yang berlangsung pada hari Rabu, 06 November 2024 (23 Rabiul Akhir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1500,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,12],"tags":[35],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1499"}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1499"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1502,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1499\/revisions\/1502"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}