{"id":1487,"date":"2024-09-20T08:55:00","date_gmt":"2024-09-20T08:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/alfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1487"},"modified":"2024-11-01T08:58:28","modified_gmt":"2024-11-01T08:58:28","slug":"kajian-rutin-universitas-islam-45-bekasi-02-september-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/?p=1487","title":{"rendered":"Kajian Rutin Universitas Islam 45 Bekasi, 02 September 2024"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>KEUTAMAAN SHOLAWAT DI BULAN MAULID<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\"><img decoding=\"async\" src=\"..\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/kultum-e1730450060212.jpg\" style=\"width:50%;float:left;padding:8px 20px 10px 0;\">Pada kajian yang digelar di Masjid Al-Fatah UNISMA Bekasi, Ustadz Abdul Ghofur, salah satu dosen Fakultas Agama Islam, jurusan Pendidikan Agama Islam, menyampaikan materi dengan tema &#8220;Keutamaan Sholawat di Bulan Maulid&#8221;. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya sholawat sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">Alhamdulillah\u2026 di penghujung bulan Syafar ini, kita masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan kewajiban sebagai hamba Allah, menapaki tangga kehidupan dengan jalan ibadah. Bersama-sama kita mengucapkan Allahumma Shalli Ala Muhammad, semoga kita semua dipertemukan dengan kekasih-Nya, Muhammad SAW. Dengan kalimat ini, Ustadz Abdul Ghofur mengawali kajiannya, mengajak jamaah untuk merenungkan kebesaran Rasulullah SAW dan pentingnya memperbanyak sholawat.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nSudah menjadi keniscayaan bagi kita sebagai umatnya untuk membangun ikatan batiniah dengannya, terutama memasuki bulan dimana beliau dilahirkan dan diwafatkan. Rabiul Awal adalah momentum dimana kita kembali memupuk cinta kepadanya. Hakikat bersalawat kepadanya tertuang dalam surat Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi:\n<\/p><p style=\"text-align:right\">\n\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u0670\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0643\u064e\u062a\u064e\u0647\u0657 \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u064a\u0651\u0650\u06d7 \u064a\u0670\u0653\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0635\u064e\u0644\u0651\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0633\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0652\u0627 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0644\u0650\u064a\u0652\u0645\u064b\u0627\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nArtinya: \u201cSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,\u201dujar Ustadz Abdul Ghofur.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nBeliau juga menekankan bahwa sholawat bukan sekadar ucapan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kebesaran dan keutamaan Rasulullah SAW. &#8220;Dengan bersholawat, kita tidak hanya mendapatkan rahmat Allah, tetapi juga meneguhkan hubungan spiritual kita dengan Nabi,&#8221; tegasnya. &#8220;Sholawat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat ikatan kita dengan Rasulullah SAW, yang kelak diharapkan menjadi pemberi syafaat di hari kiamat,&#8221; imbuhnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n&#8220;Dalam sebuah hadits dikatakan, orang yang bersholawat kepada Nabi maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali,&#8221; lanjut Ustadz Abdul Ghofur. &#8220;Selain hadits, adakah dalil dalam Al-Qur\u2019an yang memperkuatnya? Maka pertanyaan ini dijawab dalam surat Al-Ahzab ayat 43 yang berbunyi:\n<\/p><p style=\"text-align:right\">\n\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652 \u064a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650\u064a\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0644\u0670\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0643\u064e\u062a\u064f\u0647\u0657 \u0644\u0650\u064a\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0651\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064f\u0644\u064f\u0645\u0670\u062a\u0650 \u0627\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u0651\u064f\u0648\u0652\u0631\u0650\u06d7 \u0648\u064e\u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0652\u0645\u064b\u0627\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nArtinya: \u201cDia yang bershalawat (memberikan rahmat) kepadamu dan para Malaikat (memohonkan ampun kepadamu) untuk mengeluarkan kalian dari kegelapan menuju cahaya. Dan Allah memberikan kasih sayangnya kepada orang-orang yang beriman\u201d\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nDi ayat tersebut Allah menegaskan bahwa Dia pun bersholawat kepada orang-orang yang beriman, hanya saja konteks Dia bersholawat kepada orang yang beriman adalah dengan memberikan Rahmat kepadanya,&#8221; jelasnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nUstadz Abdul Ghofur kemudian menguraikan lebih lanjut tentang makna sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam ayat ini yang memiliki beberapa aspek penting:\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nDi ayat tersebut Allah menegaskan bahwa Dia pun bersholawat kepada orang-orang yang beriman, hanya saja konteks Dia bersholawat kepada orang yang beriman adalah dengan memberikan Rahmat kepadanya,&#8221; jelasnya.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\n<ol><li>Sholawat dari Allah: Ketika Allah bersholawat kepada Nabi, ini berarti Allah memberikan rahmat, kemuliaan, dan pujian yang tinggi kepada Nabi Muhammad SAW.\n<\/li><li>Sholawat dari Malaikat: Sholawat dari para malaikat bermakna mereka memohonkan ampunan, berdoa, dan memberikan penghormatan kepada Nabi SAW.\n<\/li><li>Perintah kepada Orang Beriman: Umat Muslim diperintahkan untuk bersholawat kepada Nabi sebagai bentuk penghormatan, cinta, dan pengakuan atas peran besar Nabi dalam membawa risalah Islam. Sholawat ini juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon rahmat serta keberkahan.\n<\/li><\/ol>\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nSecara keseluruhan, sholawat kepada Nabi merupakan ungkapan penghormatan yang tinggi dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW serta bentuk pengakuan atas jasa-jasa beliau dalam menyampaikan ajaran Islam. &#8220;Dengan bersholawat, seorang Muslim juga berharap mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Nabi di hari kiamat serta rahmat dan keberkahan dari Allah,&#8221; tegas Ustadz Abdul Ghofur.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nKajian ini dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, dan jamaah setempat yang antusias mengikuti materi yang disampaikan. Dengan penuh khidmat, mereka bersama-sama melantunkan sholawat, menambah kehangatan suasana kajian. &#8220;Perbanyaklah sholawat, karena ini adalah amalan yang akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan kita,&#8221; ujar Ustadz Abdul Ghofur. Beliau juga mengingatkan bahwa sholawat akan menuntun kita menuju jalan yang diridhai oleh Allah SWT.\n<\/p><p style=\"text-align:justify\">\nSemoga dengan kajian ini, kita semua semakin semangat untuk terus memperbanyak sholawat dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti.\n<\/p>\n\n\n\n<p style=\"text-align:justify\">\nWaallahualam.\n<br><br>\n<strong>Tim Redaksi \n<br>\nDKM Al Fatah UNISMA Bekasi<\/strong>\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEUTAMAAN SHOLAWAT DI BULAN MAULID Pada kajian yang digelar di Masjid Al-Fatah UNISMA Bekasi, Ustadz Abdul Ghofur, salah satu dosen Fakultas Agama Islam, jurusan Pendidikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1488,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[9,12],"tags":[32],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1487"}],"collection":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1487"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1490,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1487\/revisions\/1490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/masjidalfatah.umindonesia.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}